Ecky Awal Mucharam (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah perlu mengembangkan teknologi produksi hortikultura untuk komoditas pangan nusantara agar dapat mencegah kerentanan iklim seperti yang dialami cabai yang harganya melonjak akhir-akhir ini.

"Kami melihat perkembangan teknologi produksi hortikultura kita masih tertinggal dari berbagai negara. Padahal dengan jumlah penduduk yang besar kebutuhan pangan menjadi sangat strategis," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Ecky Awal Mucharam dalam rilis di Jakarta, Selasa.

Menurut Ecky, kalau tidak ada kebijakan yang komprehensif dan berkelanjutan, akan menyebabkan kerentanan pangan dan fluktuasi harga yang terus berulang dan merugikan rakyat.

Dia berpendapat bahwa lonjakan harga pangan setiap tahun yang terus berulang, seharusnya didekati dengan manajemen peningkatan produksi dan manajemen pasokan yang baik.

"Seringkali kita melihat untuk komoditas yang musiman selalu harganya jatuh saat panen berlimpah dan harga membumbung saat panen terbatas. Ini harusnya bisa diselesaikan jika ada kebijakan manajemen pasokan yang baik," katanya.

Ecky mencontohkan, fluktuasi harga cabai sebenarnya sudah menjadi masalah klasik di Tanah Air, sehingga diperlukan adanya langkah komprehensif dan tepat untuk mengatasi masalah pasokan dan permintaan komoditas tersebut.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah perlu membenahi tata niaga dan manajemen pasokan komoditas hortikultura, serta harus memangkas kartel-kartel pangan dan harus mengelola stok komoditas secara tepat.

"Saya kira, pemerintah juga perlu serius menjalankan rencana untuk membangun gudang besar berpendingin (cold storage) seperti yang dimiliki Dubai untuk mengelola pangan-pangan strategis," katanya.

Hal tersebut, lanjutnya, ketika pasokan tinggi, pasokan yang ada bisa disimpan di gudang berpendingin itu untuk selanjutnya dapat digunakan pada saat produksi berkurang.

Menurut Ecky, pengembangan teknologi produksi hortikultura yang harus ditingkatkan, selain mengembangkan produk olahan turunan untuk komoditas tersebut agar lebih tahan lama.

Pengembangan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan musim telah berkembang dan seharusnya dapat dikembangkan secara masif oleh pemerintah.
BACA SUMBER
0


properti.bisnis.com


SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Pencanangan program sejuta rumah rakyat akan dilakukan pada 1 Mei mendatang, bertepatan dengan Hari Buruh.

Ini merupakan program Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) yang digulirkan sebagai salah satu agenda prioritas pemerintahan Jokowi - JK. Tujuannya, untuk memberi rumah tinggal bagi 13,6 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah layak.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Basuki Hadimoeljono mengatakan,
dari sejuta rumah tersebut, 603.516 unit rumah diantaranya akan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 396.484 unit rumah lainnya untuk non MBR.

"Rencananya, groundbreaking atau peletakan batu pertama akan dilakukan serentak di 17 provinsi. Seremonialnya dipusatkan di Ungaran, Semarang," ujarnya saat paparan di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Kementerian PU Pera kemarin (7/4).

Untuk tahap awal, program Sejuta Rumah akan dimulai dengan pembangunan 331.693 unit yang terdiri dari rumah tapak (landed house), rumah susun hak milik (rusunami), dan rumah susun hak sewa (rusunawa).

Sebagai sentra industri, Jawa Barat dan Jawa Timur akan mendapat jatah terbanyak untuk rumah tapak. Jabar akan menjadi tempat pembangunan 74.263 unit rumah tapak dan 3.745 unit rusunami. Adapun Jatim ada di urutan ke dua dengan 26.717 unit rumah tapak dan 1.200 unit rusunami.

Sedangkan Sumatera Utara dengan 16.305 unit rumah tapak dan 1.832 unit rusunami. Dan Jawa Tengah mendapat jatah 11.720 unit rumah tapak, 350 unit rusunami, dan 200 unit rusunawa.

Untuk mensukseskan program tersebut, Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah sepakat memangkas perizinan pembangunan rumah bagi pengembang atau developer.

Perizinan yang sebelumnya berjumlah 44, akan dipangkas menjadi hanya 8 saja sehingga harga rumah dapat ditekan hingga 20 persen.

Tahun lalu, pemerintah sudah menetapkan batasan harga rumah yang bisa mendapat fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibagi dalam sembilan zona.

Misalnya, di kawasan Jabodetabek maksimal Rp 120 juta, di Jawa (selain Jabodetabek) Rp 105 juta, Sumatera (selain Babel) Rp 105 juta, Kalimantan Rp 118 juta, Sulawesi Rp 110 juta, dan paling mahal Papua serta Papua Barat Rp 165 juta.

Selain bebas PPN, pemerintah juga sepakat memberikan sejumlah insentif lain bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat membeli rumah rakyat. Misalnya melalui
subsidi uang muka Rp 4 juta dan bunga KPR 5 persen. Jauh lebih rendah dari suku bunga KPR biasa yang mencapai 13 persen per tahun.

Sementara itu, Jawa Tengah berhasil menyalurkan kredit rumah murah lewat dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terbanyak. Nilainya mencapai Rp 893,388 miliar untuk 20.694 unit.

Tiga propinsi lainnya yakni Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Jumlah unit rumah yang memanfaatkan dana FLPP tersebut berkisar 20 ribu-40 ribu unit di empat provinsi tersebut.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melansir data daerah yang menyalurkan kredit rumah murah lewat dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) itu karena tingginya jumlah penduduk,

Adapun penyaluran dana FLPP Jawa Barat sebanyak 141.820 unit atau 39,27 persen dengan nilai Rp 6,679 triliun, Banten 38.668 unit (10,71%, Rp 1,743 triliun), Jawa Timur 26.386 unit (7,31%, Rp 1,095 triliun), Kalimantan Selatan 22.452 unit (6,22 %, Rp 1,083 triliun. (@aernee)

berbagai sumber
BACA SUMBER
0


Virus menjangkiti sebuah smartphone. Kedengarannya memang angker sekali. Virus jenis apapun bisa dengan mudah ‘masuk’ ke dalam smartphone dengan syarat tertentu. Syarat ini dilemparkan oleh si virus apabila smartphone yang dituju meraih simpati lebih besar, atau membuka sedikit jendela sehingga dirinya masuk. Salah satu kunci masuk virus ke dalam smartphone adalah menginstal aplikasi pihak ketiga, lebih dikenal dengan APK. Selain itu, virus yang masuk ke dalam smartphone juga karena terlalu sering menggunakan live streaming menggunakan browser. Situs yang dibuka melalui browser tidak dijamin oleh Google aman terkendali. Kemudian, kita mengenal beberapa jenis anti virus yang dapat diunduh secara gratis. Penting atau nggaknya sebuah anti virus dipasang, dapat dilihat dari fungsi dan kegunaannya.

Smartphone Hanya Menginstal Aplikasi dari PlayStore
Dengan demikian, Anda tidak perlu menginstal anti virus karena Google secara garis besar telah menjamin aplikasi yang dijual secara gratis dan berbayar telah melalui seleksi ketat. Memang, belakangan Google kebobolan ‘meluluskan’ aplikasi yang membawa virus namun hal tersebut langsung ditangkas tidak benar. Google memberi jaminan pada produk-produk dari pengembang dapat dicicipi dengan manis. Smartphone Android yang hanya menginstal aplikasi dari PlayStore, aplikasi standar saja dan paling populer, anti virus sama sekali tidak penting. Anti virus akan menjadi aplikasi yang memberatkan smartphone itu sendiri. Sebagian besar anti virus adalah aplikasi yang berat secara kualitas dan kuantitas. Smartphone yang telah memiliki standar aman dari produsen dan Google menjaminnya, barangkali nggak perlu menambahkan anti virus.

Smartphone Sering Dikutak-katik
Tangan jahil dan ingin tahu memang kerap sekali dialami sebagian besar orang. Bagi orang yang sering menginstal aplikasi pihak ketiga, contohnya dulu waktu tidak sabar mengunduh Pokemon Go, maka anti virus menjadi penting. Google tidak memberi pengamanan terlalu jauh sampai ke browser. Google Crome bisa saja telah diunduh secara aman, namun kelakuan para peselancar yang membuka aplikasi (situs) tertentu tidak mendapat jaminan keamanan. Smartphone yang telah tidak aman ini wajib untuk memasang anti virus. Namun, urusan RAM dan memori akan semakin mudah saja terkuras sehingga smartphone akan semakin melambat.

Anti Virus dengan Cleans Master
Jangan salah, sebagian besar smartphone yang dijual saat ini telah memiliki Cleans Master untuk membersihkan memori. ASUS misalnya yang telah menanamkan ASUS Mobile Manager pada lini ZenFone. Aplikasi ini bertugas untuk membersihkan memori yang telah terpakai. Memang, anti virus menyediakan fitur serupa namun ini akan membuang-buang memori jika telah ada pre-instal dalam sebuah smartphone. Coba lihat kembali fitur-fitur bawaan dari smartphone, barangkali hal serupa ini telah ada.

Sumber: UCNEWS


Sumber: UC News
Sampah merupakan konsekuensi yang diakibatkan kehidupan. Sampah sering kali menimbulkan berbagai masalah. Peningkatan jumlah penduduk akan berakibat pula terhadap peningkatan jumlah timbulan sampah, serta semakin beragam aktivitas berarti semakin beragam jenis sampah yang dihasilkan.

Pengelolaan sampah rumah tangga Desa Randegan Tanggulangin Sidoarjo oleh Pokmas


Permasalahan sampah di desa pun menjadi lebih rumit akibat dari pemahaman tentang sampah oleh masyarakat desa masih minim.

Kita ambil contoh mengenai sampah yang tidak bisa terurai misalkan plastik. Seringkali pemahaman masyarakat, kerena merasa masih memiliki lahan yang luas masyarakat yang ada di desa membuang sampah plastik ke halaman belakang rumah tanpa ada proses pengelolaannya. Padahal jika mereka mengetahui bahwa sampah plastik itu puluhan tahun pun alam tidak bisa mengurainya.

Pemahaman tentang sampah itu harus disampaikan kepada masyarakat yang belum mengetahui hal tersebut. Pemahaman tidak ada yang mengelolah sampah itu selain masyarakat desa itu sendiri. Bahwa sampah membawa akibat yang buruk bagi kesehatan karena menjadi sumber berbagai penyakit dan secara estetika akan terlihat kumuh jika terlihat sampah yang berserakan.

Disinilah peran pemerintah desa menjadi penting. Bagaimana masyarakat desa itu memahami dan menyadari bahwa sampah adalah hal yang tidak bisa diabaikan. Pesan kesehatan tentang sampah harus terus berkelanjutan.

Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo ini sampai dengan saat ini sudah dianggap cukup berhasil dalam mengatasi masalah sampah. Sudah sekitar satu tahun program pengelolaan sampah ini berjalan. Masyarakat bersama sama pemerintah desa menyadari bahwa jika permasalahan sampah ini dibiarkan akan berdampak kurang baik. Melalui program yang dicetuskan oleh pemerintah desa ini mendapat sambutan dan apresiasi warga.

Pengambilan sampah rumah tangga oleh Pokmas  Desa Randegan Tanggulangin Sidoarjo

Melalui Kelompok Masyarakat yang dibentuk dalam penanganan sampah akhirnya program ini bisa berjalan dengan baik. Dengan melakukan tahapan tahapan seperti sosialisasi, penjaringan aspirasi warga hingga penerbitan aturan berupa Peraturan Desa.
Pengambilan sampah rumah tangga oleh Pokmas  Desa Randegan Tanggulangin Sidoarjo

Bentuk dari apresiasi warga adalah berupa iuran, dimana dana yang bersumber dari iuran warga ini akan digunakan dalam proses pengelolan sampah.

Pemilahan sampah yang masih bisa dimanfaatkan kembali

Adapun pengelolaan sampah sampai dengan saat ini yang sudah berjalan adalah dengan berbagai cara, yaitu pemilahan sampah yang masih bisa dimanfaatkan. Sampah yang sekiranya masih bisa dimanfaatkan lagi akan dipilah.

Pembakaran sampah

Selanjutnya residu dari pemilahan sampah ini akan masuk dalam instalasi pembakaran sampah. Dalam pembakaran ini akan merubah bentuk sampah menjadi panas, gas, uap dan abu. Dan sampah yang tidak bisa dikelola dalam instalasi pengelolaan sampah desa akan dibawah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Alat pembakaran sampah

Bekerja sama dan difasilitasi oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Sidoarjo, sampah yang tidak bisa dikelola di tempat pembuangan sementara desa akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir.

Adapun maanfaat dari program ini saat dirasakan oleh warga. Salah satu contoh, petani merasa dengan adanya program ini saluran tersier atau jaringan irigasi desa bisa lancar dan tidak tersumbat oleh sampah. Jika sebelumnya banyak sampah yang dibuang oleh oknum warga yang belum memiliki kesadaran tentang dampak sampah maupun sampah kiriman dari tempat lain.

Saat ini, warga maayarakat sudah memahami permasalahan dan dampak dari sampah. Sehingga dengan peningkatan kesadaran dan pengetahuan ini secara tidak langsung meningkatkan kualitas hidup mereka, kesehatan, serta tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman.

Oleh: M. Afandi Eka Putra

Popular Posts