Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts
Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts
PHT adalah menjamin kemantapan swasembada pangan, menumbuhkan kreativitas, dinamika dan kepemimpinan petani dalam menyebarluaskan penerapan PHT sehingga tercipta pembangunan pertanian berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dalam rangka meraih tujuan tersebut maka perlunya penerapan visi dari Program Nasional PHT yaitu pelembagaan PHT oleh petani.

Simak video lengkapnya di bawah ini


Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi salah satu desa yang telah sukses menerapkan Manajemen Tanaman Sehat (MTS).

Gelar teknologi perlindubgan tanaman ini berlangsung pada 30 - 31 Oktober 2018. Maksud diadakannya even ini adalah sebagai contoh penerapan budidaya tanaman sehat dengan prinsip MTS. Harapannya petani bisa menerapkan dalam usaha taninya untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara bijak.

Petani di Desa Besur ini sudah meninggalkan penggunaan pupuk kimia serta menanam refugia yang menjadi media bagi musuh alami hama tanaman, sehingga produksinya selalu bagus.

Dengan dilaksanakannya gelar teknologi di Kecamatan PHT diharapkan adanya peningkatan cara budidaya petani menjadi lebih efektif, efisien dan berwawasan lingkungan. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh petani pun dilakukan dengan sumber gagasan dari petani dan gerakan pengelolaannyapun juga dari petani secara mandiri. Organisasi petani diharapkan lebih kuat terutama dalam pengelolaan agroekosistem secara bersama-sama dan pada kegiatan lain yang mendukung proses pembangunan desa/kecamatan.























Apptani adalah aplikasi berbasis android yang diciptakan sebagai panduan petani dalam berusaha tani padi. Dengan dibuatnya aplikasi ini, harapannya bisa memberikan solusi permasalahan budidaya padi.

Memang dalam kenyataannya aplikasi ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pengguna untuk perbaikan kedepannya.


Berikut ini adalah cara membuat persemaian padi secara konvensional atau umum yang dilakukan petani padi




Pepaya California sendiri merupakan jenis pepaya unggulan dengan umur genjah. Karena merupakan jenis genjah jenis pepaya California bisa dipanen dalam waktu singkat yaitu dapat dipanen ketika berumur 7 bulan. Karena masa panen yang cukup singkat jenis pepaya ini memiliki batang yang lebih pendek dibanding dengan jenis pepaya yang lain. Dari buah pepaya California memiliki ciri-ciri  berukuran 0,8 – 2 kg/buah, berkulit tebal, berbentuk lonjong buah matang berwarna kuning, rasanya manis, daging buah kenyal dan tebal.

Dari segi produktifitas, pepaya California memiliki produktifitas yang cukup tinggi. Seperti yang sudah dijelaskan diatas masa panen bisa dilakukan ketika berumur 7 bulan – 9 bulan dengan umur produktifitas hingga 4 tahun. Panen pepaya California bisa dilakukan empat kali setiap bulannya. Dalam setiap panen bisa menghasilkan 10-20 buah pepaya setiap pohonnya. Jika anda membudidaya pepaya California dalam lahan 1 hektar, dalam sekali panen bisa menghasilkan 2 ton pepaya California.

Penyemaian Benih Pepaya California

bibit pepaya california
Bibit pepaya California dihasilkan dari penyemaian biji. Bisa didapat dari buah pepaya California yang matang dipohon atau beli di toko pertanian. Berikut ini langkah-langkah menyemai benih pepaya California :
  • Biji yang akan digunakan untuk benih direndam dalam air selama semalam. Setelah semalaman cek benih, yang digunakan untuk benih adalah yang tenggelam.
  • Biji yang sudah dipilih diperam dalam kertas Koran/kain basah selama seminggu, untuk pemeliharaan cukup menjaga kelembapan Koran atau kain.
  •  Benih yang sudah diperam selama 1 minggu sudah siap untuk disemai didalam polibag, komposisi media tanam yang digunakan adalah tanah halus dan kompos dengan perbandingan 2:1
  • Bibit siap ditanam di lahan budidaya ketika sudah berumur 1-1,5 bulan.

 Penanaman Bibit Pepaya California

Sebelum melakukan penanaman bibit lahan terlebih dahulu dibersihkan dari rumput liar. Langkah selanjutnya buat lubang tanam dengan jarak antar tanaman 2,5 M x 2,5 M atau 2,5 M x 2,75 M. Populasi tanaman perhektar antara 1.450 hingga 1.600 pohon. Lubang dengan campuran tanah dan pupuk kandang.
Lubang yang sudah dibuat selanjutnya dialiri dengan air. Dan bibit bisa ditanam langsung ke lubang tanaman. Waktu yang paling tepat dalam menanam bibit pepaya California adalah diwaktu sore hari.

 Pemeliharaan Tanaman Pepaya California

Langkah-langkah perawatan tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya. Hanya perlu dilakukan penyiraman, pemupukan dan penyulaman ketika ada bibit yang mati.
Untuk mendapatkan produktifitas yang maksimal pemupukan harus dilakukan baik dengan pupuk organik maupun pupuk non organik. Pemupukan dilakukan ketika penanaman dengan memberi pupuk kandang atau pupuk kompos dengan takaran 40kg/ tanaman. Pemupukan dilakukan kembali dengan menggunakan pupuk NPK setenah bibit berumur 2 minggu dengan takaran  200 gram/pohon. Pemupukan dilakukan kembali dengan pupuk kandang dan NPK per tiga bulan sekali dengan takaran 500 gr NPK/pohon + 40 kg pupuk kandang/pohon. Khusus setelah tanaman berbuah bisa ditambah pupuk KCI untuk meningkatkan ketahanan  dan kemanisan buah.

Panen dan Pasca Panen Pepaya California

Masa panen pertama bisa dilakukan diumur antara 7-9 bulan. Buah pepaya California yang sudah dapat dipanen adalah yang sudah matang dengan tanda ada warna semburat kuning pada kulit buah. Untuk panen dilakukan dengan cara memotong tangkai buah, untuk periode tanam bisa dilakukan setiap 10 hari sekali.
Demikian langkah-langkah budidaya pepaya California komplit. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam melakukan usaha budidaya pepaya California. Salam Budidaya.
Tags: , , , , , 
Sumber Asli: http://epetani.pertanian.go.id/index.php/berita/detail/27

Cara membuat pupuk organik cair

  •  October 15, 2015
  •  
  •  admin
Terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk.
Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah disekitar tanaman, tidak disemprotkan ke daun.
Kedua adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena itu, sifat dan karakteristiknya pun berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air. Tulisan ini bermaksud untuk membahas pupuk organik cair tipe yang kedua.

Sifat dan karakteristik pupuk organik cair

Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman.
Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.
Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Pada daun, meskipun kami belum menemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu.
Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk mendapatkan kandungan hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk.

Cara membuat pupuk organik cair

  • Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
  • Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
  • Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.
Cara membuat pupuk organik cair
Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

sumber asli: http://epetani.pertanian.go.id/berita/detail/30
Serangan hama wereng coklat terjadi menjadi masalah pada beberapa waktu terakhir. Serangan hama wereng tersebut juga diikuti oleh serangan virus tanaman padi yang ditularkannya, sehingga kerusakan yang ditimbulkan menjadi berlipat-lipat. Diantara virus pada padi, virus kerdil hampa rice ragged stunt virus (RRSV) dan virus kerdil rumput rice grassy stunt virus (RGSV) merupakan virus penting yang menyebabkan penyakit padi.

Gambar. Hama wereng Batang Coklat Padi (sumber litbang deptan)


Ciri-ciri Tanaman Padi Terserang Penyakit Kerdil Hampa
Tanaman padi yang terserang kerdil hampa menunjukkan gejala pertumbuhan terhambat (kerdil), daun berwarna hijau gelap, tepi daun tidak rata, berlekuk-lekuk atau sobek-sobek, ujung daun terpilin, terjadi pembengkakan tulang daun atau membentuk puru.
Tanaman terinfeksi virus kerdil hampa pada stadia bibit akan berkembang daun baru dengan gejala yang jelas seperti daun melintir, dan tepi daun bergerigi pada 2 minggu setelah inokulasi. Pada stadia berbunga, daun atas dan daun bendera menunjukkan gejala melintir, malai tidak keluar atau keluar sebagian, dan dari malai yang sebagian keluar, gabah biasanya hampa.

Ciri-ciri Tanaman Padi Terserang Penyakit Kerdil Rumput
Tanaman padi yang terserang virus kerdil rumput menunjukkan gejala penghambatan pertumbuhan, anakannya banyak, daunnya menjadi pendek dan sempit, dan tumbuhnya tegak serta berwarna hijau pucat atau kuning pucat. Seringkali pada daunnya terdapat bintik-bintik atau bercak coklat tua. Daunnya kadang-kadang tetap hijau jika diberi pupuk nitrogen yang cukup.

Strain lebih patogenik dari RGSV yang menyebabkan diskolorasi daun kuning-oranye dan tanaman cepat mati. Strain ini disebut sebagai kerdil rumput tipe 2 (RGSV 2). Penyakit kerdil rumput tipe 2 mempunyai gejala yang berbeda dengan tipe 1. Pada tanaman yang terinfeksi virus kerdil rumput tipe 2 saat awal stadia, menunjukkan tanaman agak kerdil, menguning pada daun bawah, dan helaian daun menyempit. Pada daun bawah tersebut kadang muncul bercak karat tak beraturan.

Tanaman yang terinfeksi pada umur 30 hari atau lebih menunjukkan gejala mirip penyakit tungro, satu rumpun yang terserang kadang hanya beberapa anakan atau bahkan gejala hanya pada beberapa daun saja, gejala kuning kadang hanya terjadi pada daun bawah/daun tua, tanaman yang terserang pada stadia dewasa, menunjukkan daun berwarna kuning-oranye tetapi lebar daun normal, jumlah anakan dan tinggi tanaman sama dengan tanaman sehat.

Sumber: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Cabe merupakan salah satu komoditas pertanian yang harganya sangat berfluktuasi. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti lebaran, harga cabe pasti mengalami kenaikan. Hal ini yang membuat ketertarikan orang untuk menanam cabe, baik untuk dijual maupun sekadar untuk konsumsi sendiri. Tetapi, bagi yang tinggal diperkotaan dimana lahan untuk bercocok tanam sangat terbatas. Namun hal ini bisa disiasati dengan menanam cabe dalam pot atau polybag.




Berikut ini salah satu cara menyiasati tanam cabai di lahan yang terbatas atau pada media terbatas dalam polibag. Mari kita simak video tanam cabai di polibag dibawah ini. Dalam video dibawah ini, menyajikan tanam cabai di polibag yang dilaksanakan oleh Penyuluh Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Bupati Sidoarjo.



Video Cabe di Pendopo Bupati Sidoarjo

Tag: #penyuluh #penyuluh pertanian #cabe rawit #cabai #budidaya cabe #urbanfarming #krpl #pemanfaatan pekarangan #bupati sidoarjo #pendopo bupati #tanam cabe #thltbpp #thl-tbpp


Klik di sini untuk Pantau Harga Pasar


Tag: harga pasar, harga komoditas pangan, harga sembako, komoditi pertanian, harga pangan harian, harga komoditas pertanian

Klik di atas untuk Masuk ke Aplikasi KATAM

Perubahan iklim merupakan gejala alam yang telah terjadi di tingkat global, regional, maupun lokal. Salah satu dampaknya adalah perubahan awal dan akhir musim tanam yang sangat berpengaruh terhadap pola tanam, luas tanam, dan produksi tanaman.
Akibat perubahan iklim, hampir setiap tahun petani berhadapan dengan pergeseran musim terkait dengan perubahan pola curah hujan. Selain itu, tidak jarang pula petani berhadapan dengan kondisi iklim yang ekstrim, baik kering (El-Nino) maupun basah (La-Nina). Kondisi iklim tersebut, memicu ancaman banjir, kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berakibat pada penurunan produksi tanaman, bahkan gagal panen.
Perubahan pola curah hujan harus menjadi perhatian serius dalam mengatur pola termasuk waktu dan luas tanam, agar kesinambungan produksi dan kemandirian pangan nasional tidak terancam. Untuk itu, sangat diperlukan suatu pedoman berupa “Kalender Tanam Terpadu” yang didukung dengan sistem informasi berbasis web yang handal.

Definisi
Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular tentang prediksi musim, awal waktu tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan kekeringan dan banjir, potensi serangan OPT, serta rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, varietas yang sesuai (pada lahan sawah irigasi, tadah hujan dan rawa) berdasarkan prakiraan iklim.

Fungsi
Mendukung upaya “pengamanan” dan “peningkatan” produksi pangan dalam kerangka “Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), dan Ketahanan Pangan Nasional, termasuk pencapaian surplus 10 juta ton beras tahun 2014.

Manfaat dan Sasaran
  1. Menentukan waktu tanam setiap musim (MH, MK-1 dan MK-2).
  2. Menentukan pola tanam, rotasi tanam dan rekomendasi teknologi pada skala kecamatan.
  3. Menduga potensi luas tanam untuk mendukung sistem perencanaan tanam dan produksi tanaman pangan.
  4. Mengurangi resiko penurunan dan kegagalan produksi serta kerugian petani akibat banjir, kekeringan dan serangan OPT. Sistem Informasi Kalender
Tanam Terpadu disusun secara sederhana agar mudah dipahami oleh pemangku kepentingan, penyuluh, dan kelompok tani dalam mengatur kalender dan pola tanam sesuai dengan kondisi iklim.

Keunggulan
  1. Dinamis: disusun berdasarkan prediksi iklim musiman dan tahunan.
  2. Operasional dan spesifik lokasi: didasarkan pada potensi sumberdaya iklim dan air, wilayah rawan bencana (banjir, kekeringan, OPT) tingkat kecamatan.
  3. Terpadu: diintegrasikan dengan rekomendasi teknologi (pupuk, benih, PHT).
  4. Mudah diperbaharui.
  5. Mudah dipahami pengguna: disusun secara spasial dan tabular yang dilengkapi manual cara menggunakan sistem
  6. Informatif: dikomunikasikan dengan sistem informasi website yang dapat diunduh setiap saat.



Dicopy dari:  http://satulayanan.id/layanan/index/125/kalender-tanam-terpadu-katam-/kementan

APLIKASI PEMUPUKAN HARA SPESIFIK LOKASI (PHSL)

Klik Disini untuk Menggunakan Aplikasi PHSL



Pemupukan Hara Spesifik Lokasi yang juga disebut PHSL melalui HP. Kita ketahui pupuk memegang peranan penting dalam program peningkatan produksi padi karena ketersediaan hara didalam tanah kurang mencukupi untuk mendapatkan hasil panen tinggi. Agar dapat memberikan hasil panen yang optimal, rekomendasi pemupukan pada tanaman padi harus bersifat spesifik lokasi dan berpedoman pada asas Tiga T (tepat jenis, Tepat dosis, dan Tepat waktu). Rekomendasi pemupukan padi sawah yang didasarkan atas analisis tanah yang mewakili kawasan yang cukup luas dihadapkan kepada masalah kondisi lahan petani yang beragam. Keragaman tersebut dapat disebabkan oleh tidak samanya (i) pola tanam yang diterapkan, (ii) kecukupan air, dan (iii) pengelolaan tanaman seperti pemupukan dan pemanfaatan sisa jerami.
Rekomendasi pemupukan melalui PHSL berbasis computer diluncurkan di Indonesia pada tanggal 20 Januari 2011 oleh Menteri Pertanian. Badan Litbang Pertanian dan IRRI telah menguji PHSL secara luas dengan melibatkan penyuluh dan petani. Dan dari hasil pengujian PHSL dalam musim hujan 2011/2012 di 10 sentra produksi padi di jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat.
PHSL ini merupakan perangkat pembuat keputusan berbasis komputer bagi rekomendasi pemupukan padi sawah irigasi dan tadah hujan. Dengan menjawab 15-20 pertanyaan, petani sudah bisa mendapatkan rekomendasi pemupukan yang akurat. Berdasarkan pertanyaan tersebut, petani sudah bisa mendapatkan jawaban pemupukan, baik melalui ponsel atau HP (via SMS), aplikasi web, atau aplikasi android melalui telepon pintar (smartphone). Pertanyaan yang harus dijawab petani antara lain, luas lahan, ketinggian lahan dari permukaan laut, frekuensi penanaman dalam setahun, musim tanam, sumber air untuk irigasi dari musim yang dipilih, metode budidaya (tanam pindah atau tabur benih langsung), varietas, analisis tanah, dan letak sawah. Misalnya, Tarya, petani di Sukamandi, dengan luas lahan 350 bata (0,5 ha), menanam varietas Ciherang, tanam musim kemarau, dan sebagainya, dengan PHSL hasilnya 3.700-3.900 kg gabah kering panen (GKP). Padahal, biasanya, ia hanya memperoleh hasil 3.000 kg GKP per musim tanam.
Pemupukan hara spesifik lokasi (PHSL) padi sawah merupakan panduan untuk menetukan rekomendasi pemupukan tanaman padi sesuai kondisi setempat, kebutuhan tanaman dan tingkat hasil yang dapat dicapai. Petani dianjurkan untuk memupuk tanaman padi berdasarkan jenis, jumlah, cara, dan waktu yang tepat. Panduan ini berbasis komputer dan dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bekerjasama dengan International Rice Research Institute (IRRI). Pemupukan Hara Spesifik Lokasi yang juga disebut PHSL merupakan suatu aplikasi internet melalui website IRRI : http://webapps.irri.org/nm/id, dan handphone yang ditujukan bagi para penyuluh pertanian lapangan dan petani sebagai pedoman dalam menentukan takaran/dosis pupuk dan waktu pemberian pupuk untuk padi di lahan sawah. Untuk mengakses internet ini petani diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang spesifikasi lahan sawahnya. Informasi ini kemudian dianalisis sehingga menghasilkan rekomendasi pemupukan umtuk lahan sawah tersebut. Rekomendasi itu lalu dikomunikasikan melalui internet atau HP (telpon genggam).
PHSL merupakan suatu aplikasi dan pengelolaan hara secara dinamis disesuaikan dengan kebutuhan tanaman menurut lokasi dan musim serta bertujuan untuk meningkatkan keuntungan petani melalui (i) peningkatan hasil padi per unit pupuk yang digunakan; (ii) hasil padi yang lebih tinggi; dan (iii) berkurangnya kerusakan oleh hama dan penyakit. PHSL dapat sebagai acuan oleh Pemerintah Propinsi dan Kabupaten serta pemangku kepentingan lainnya guna merekomendasikan teknologi pemupukan spesifik lokasi untuk tanaman padi sawah sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi dan dapat memberikan sumbangan kepada Kementerian Pertanian terhadap penyediaan pangan nasional.
Agar pemberian pupuk optimal, petani perlu memperhatikan tiga langkah berikut:
(i) Mengatur waktu pemberian pupuk sesuai dengan stadia pertumuhan kritis dari suatu varietas padi. Pertumbuhan kritis tanaman padi adalah pada stadia awal pertumbuhan tanaman, anakan aktif, dan inisiasi malai atau primordia. Stadia pertumbuhan kritis berbeda antara varietas padi berumur genjah, seperti IR64 dan Ciherang dengan berumur sedang IR42 dan Cisadane.
(ii) Mengatur takaran pupuk sesuai dengan tingkat hasil terbaik yang pernah dicapai di lokasi tersebut. Dalam modul PHSL dihitung dosis dan jenis pupuk untuk mencapai hasil optimal.
(iii) Mengatur dosis pupuk P dan K berdasarkan informasi sisa tanaman dan pupuk organik yang diberikan untuk meningkatkan efesiensi penggunaan pupuk.
Rekomendasi PHSL dapat diperoleh melalui tiga cara, yaitu: (i) Akses internet, (ii) HP atau telpon genggam dengan mengontak no 135 dan (iii) smartphone berbasis android. Rekomendasi Pemupukan Hara Spesifik Lokasi Melalui HP tersedia dalam Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali dan Bugis. Kontak nomor bebas pulsa "135" lalu ikuti petunjuk yang ada di HP. Cara mengakses PHSL-HP sebagai berikut :
1. Kontak no bebas pulsa 135 kemudian tekan tombol bergambar telpon
2. Setelah terhubung segera aktifkan loudspeaker HP agar Anda bisa mendengar sekaligus menjawab pertanyaan.
3. Anda akan dipandu oleh suara rekaman yang terdengar setelah terhubung untuk memilih bahasa pilihan Anda. (Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali dan Bugis).
4. Jawablah pertanyaan dengan menekan nomor yang sesuai pada HP anda.
5. Setelah menjawab semua pertanyaan, anda akan menerima rekomendasi pemupukan dalam bentuk SMS.
Untuk mengulang pertanyaan, tekan tombol bintang (*) yang terdapat pada bagian kiri bawah HP Anda. Akses PHSL sebaiknya dilakukan sebelum mulai tanam.

Penyusun; Sundari (BBP2TP)
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/9105/pemupukan-hara-spesifik-lokasi-phsl-melalui-hp

Popular Posts